![]() |
Jagat Raya
adalah istilah lain dari alam semesta. Dalam ilmu astronomi (ilmu yang
mempelajari ihwal bintang) Jagat Raya, semesta, / yang disebutCosmos sesungguhnya
adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada, termasuk bumi tempat
manusia hidup. Di Jagat Raya terdapat bermilyar bintang, planet - planet,
komet, serta meteor. Selain itu, di Jagat Raya juga terdapat benda - benda langit
lain seperti debu, kabut, dan gas.
Jagat Raya dengan segala isinya masih menyimpan misteri. Sebagian sudah ada yang terungkap, namun masih banyak yang belum diketahui, misalnya dimana batas / dinding dari ruang yang disebut alam semesta / Jagat Raya tersebut ? Maka, jawabannya adalah tidak terbatas. Mengapa ? Karena hingga saat ini kemampuan manusia melalui ilmu pengetahuan dan teknologinya belum dapat membuktikan dimana ujung / dinding dari ruang Jagat Raya tersebut.
Namun demikian, melalui penelitian yang terus - menerus, sebagian rahasia Jagat Raya mulai dapat diketahui. Misalnya, tentang letak, gerakan, dan bentuk benda langit yang dekat dengan bumi. Lebih jauh lagi telah diketahui bahwa sistem Tata Surya kita hanya sebagian kecil dari pengisi Galaksi Bimasakti. Manusia juga akhirnya memahami bahwa Galaksi Bimasakti bukan satu-satunya galaksi pengisi Jagat Raya.
Benda-benda Langit
1. Meteor
Meteor adalah benda ruang angkasa yang
masuk kedalam atmosfer bumi karena
tertarik oleh gravitasi bumi dengan
kecepatan tinggi dan berpijar karena
gesekan dengan atmosfer yang
menyebabkan benda tersebut terbakar.
Meteor biasanya dapat kita lihat pada
malam hari meskipun sebenarnya tidak
hanya pada malam hari saja ia masuk
kedalam atmosfer bumi. Sebagian orang
menyebut fenomena ini adalah bintang
jatuh.
2.Meteorit
yang berhasil mencapai
permukaan bumi. Disebut juga
meteor setelah menembus
atmosfir bumi tetapi belum
mencapai permukaan bumi.
Jika batu meteor sangat besar
tidak habis di lapisan udara
ionosfir maka akan jatuh sampai ke
Bumi yang disebut Meteorit.
Meteorit adalah bahan baku pamor keris yang disukai para
Empu. Keris yang mendapat campuran meteorit biasanya ringan namun sangat kuat
karena mengandung logam langka, seperti titanium.
3. Asteroid Dan
Planetoid
Asteroid, disebut sebagai planet
minor atau Planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil
daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari
orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan
visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor")
sementara asteroid tidak.
Asteroid pertama yang ditemukan
Kala itu, asteroid disebut sebagai
planetoid. Sudah sebanyak ratusan
ribu asteroid di dalam tatasurya
kita diketemukan dan kini penemuan
baru itu rata-rata sebanyak 5000
buah per bulannya.
Kini diperkirakan bahwa asteroid
yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah
total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid
terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter
900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki
diameter ~ 500 km.
4. Komet
Komet adalah benda langit yang
mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Kata "komet"
berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "rambut
panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak
tepat
karena komet sama sekali bukan
bintang. Orang Jawa menyebutnya
sebagai lintang kemukus karena
yang telah dikeringkan. Komet
pada saat berada jauh dari matahari. Ketika mendekati
matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi
matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar
yang berbeda-beda. Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaankm. Beberapa komet
menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa
komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan
satu kali mengorbit matahari.
5.Planet
Planet adalah benda ruang angkasa yang mengelilingi bintang, seperti halnya
bumi yang mengelilingi matahari. Planet tidak bercahaya, akan tetapi ia dapat
memantulkan cahaya yang ia terima dari bintang yang menjadi pusat tata
suryanya.
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda
angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
telah
"membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan
orbit agar tidak
ditempati
benda-benda
angkasa berukuran
cukup besar lainnya
sendiri) di daerah
sekitar orbitnya
Berdiameter lebih
dari 800 km.
A.Merkurius
kala revolusi 88 hari. Kecerahan planet ini
berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam
magnitudo tampak namun tidak mudah
terlihat karena sudut pandangnya dengan
matahari kecil (dengan rentangan paling
jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius
hanya bisa terlihat pada saat subuh atau
maghrib. Tidak begitu banyak yang
diketahui tentang Merkurius karena
mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai
1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari
permukaan planet.
Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai
banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfir. Merkurius
mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan
0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai
700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).
B. Venus
6.052 km dan mengelilingi matahari dalam
waktu 225 hari. Atmosfer Venus
mungkin terdapat kehidupan.
rotasi planet-planet lain. Selain itu, jangka
waktu rotasi Venus lebih lama daripada
Kandungan atmosfernya yang pekat dengan
CO2 menyebabkan suhu permukaannya sangat tinggi akibat efek rumah kaca. Atmosfer Venus tebal
dan selalu diselubungi oleh awan. Pakar astrobiologi berspekulasi bahwa pada
lapisan awan Venus termobakteri tertentu masih
dapat melangsungkan kehidupan.
C. Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari delapan
planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai
4,6 miliar
Bumi mempunyai lapisan udara
permukaan Bumi dari angin matahari,
dari luar angkasa. Lapisan udara ini
menyelimuti bumi hingga ketinggian
Termosfer dan Eksosfer. Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer,
berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu
permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada
iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton,
dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram
per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang
lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.
Bumi memiliki diameter sepanjang 12.756
kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran
gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi
diliputi air. Udara Bumi terdiri dari 78%nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbondioksida dan gas lain.
D. Mars
Mars adalah planet terdekat keempat
dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering
dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh
berwarna kemerah-kemerahan.
Ini disebabkan oleh keberadaan
besi(III) oksida di permukaan planet
Di permukaan Mars terdapat kawah,
gunung berapi, lembah, gurun, dan
musim Mars mirip dengan Bumi.
gunung tertinggi di Tata Surya, dan
Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya.
Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan
Mars.
Lingkungan Mars lebih bersahabat
bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang
cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara
yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat
bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini,
sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun
yang amat sederhana.
Planet ini memiliki 2 buah
satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet
ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.
E. Yupiter
Yupiter
atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi dan Mars.
Jarak rata-rata antara Yupiter dan Matahari adalah 778,3 juta
km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter 14.980 km dan
memilikimassa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9,8 jam,
sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun.
Di permukaan planet ini
terdapat bintik
metana (CH4) dan amonia (NH3). Lapisan
atas atmosfer Yupiter terdiri dari
88 - 92% hidrogen dan 8 - 12% helium.
Suhu di permukaan planet ini berkisar
dari -140oC sampai dengan 21oC. Seperti
planet lain, Yupiter tersusun atas unsur
F. Saturnus
Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga
sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua di tata surya
setelah Jupiter. Jarak Saturnus
itulah Saturnus tampak tidak
berevolusi dalam waktu 29,46
tahun. Setiap 378 hari, Bumi,
Saturnus dan Matahari akan
berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi,
Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 14 menit.
Saturnus memiliki kerapatan yang
rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti
Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas
gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.
Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh di antaranya
cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka
adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius)
dan Iapetus.
G. Uranus
Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat
keempat dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa
langit Yunani kuno Uranus (Οὐρανός) ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter).
Meskipun Uranus terlihat dengan mata
ia tidak pernah dikenali sebagai planet
oleh pengamat dahulu kala karena
redupnya dan orbitnya yang lambat.
Sir William
Herschel mengumumkan
penemuannya
pada tanggal 13 Maret
1781, menambah batas yang diketahui
dari Tata Surya untuk pertama kalinya
dalam sejarah modern. Uranus juga merupakan planet
pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.
Atmosfer Uranus terdiri
dari hidrogen dan helium, mengandung banyak "es" seperti air, amonia dan metana, bersama dengan jejak hidrokarbon. Atmosfernya itu adalah
atmofer yang terdingin dalam Tata Surya, dengan suhu terendah 49 K (−224 °C).
Seperti planet raksasa lain,
Uranus mempunyai sistem cincin, magnetosfer serta banyak satelit alami. Sistem Uranian
konfigurasinya unik di antara planet-planet karena sumbu rotasi miring ke
sampingnya, hampir pada bidang revolusinya mengelilingi Matahari. Sehingga,
kutub utara dan selatannya terletak pada tempat yang pada banyak planet lain
merupakan ekuator mereka. Dilihat dari Bumi, cincin Uranus kadang nampak
melingkari planet itu seperti sasaran panah dan satelit-satelitnya
mengelilinginya seperti jarum-jarum jam. Kecepatan angin di planet Uranus dapat
mencapai 250 meter per detik (900 km/jam, 560 mil per jam).
H. Neptunus
Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan)
jika ditinjau dari Matahari. Planet yang dinamai dari dewa lautan Romawi ini merupakan
planet terbesar keempat berdasarkan diameter (49.530 km) dan terbesar ketiga
berdasarkan massa. Massa Neptunus tercatat 17 kali lebih besar daripadaBumi, dan sedikit lebih besar
daripada Uranus.[7] Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30,1 SA atau sekitar 4.450 juta km.
![]() |
Periode rotasi planet ini adalah
16,1 jam, sedangkan periode revolusinya
adalah 164,8 tahun. Simbol astronomisnya
Neptunus. Planet yang ditemukan pada
tanggal 23 September 1846 ini
merupakan planet pertama yang
ditemukan melalui prediksi matematika.
Perubahan yang tak terduga di orbit
Uranus membuat Alexis Bouvard menyimpulkan bahwa hal
tersebut diakibatkan oleh gangguan gravitasi dari planet yang tak dikenal. Neptunus
selanjutnya diamati oleh Johann Galle dalam posisi yang
diprediksikan oleh Urbain Le Verrier. Satelit alam terbesarnya, Triton, ditemukan segera
sesudahnya, sementara 12 satelit alam lainnya baru ditemukan lewat teleskop
pada abad ke-20. Neptunus telah dikunjungi oleh satu wahana angkasa,
yaitu Voyager 2, yang terbang melewati planet tersebut pada tanggal 25
Agustus 1989.
Atmosfer Neptunus
mengandung hidrogen, helium, hidrokarbon, kemungkinan nitrogen, dan kandungan
"es" yang besar seperti es air, amonia, dan metana. Neptunus terdiri dari es dan batu. Metana di wilayah terluar planet
merupakan salah satu penyebab kenampakan kebiruan Neptunus.
6.
Satelit
Satelit adalah benda ruang angkasa
yang mengelilingi planet. Bersama dengan
planet yang ia kelilingi ia juga ikut berevolusi
mengelilingi matahari. Bumi kita memiliki satu
satelit alam yang kita namakan bulan,
disamping satelit-satelit lain buatan manusia
yang berfungsi untuk alat komunikasi, riset
dan lain-lain.
7. Bulan
Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar
sebenarnya berasal dari pantulan cahaya
Matahari. Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari
pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar
30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan
seperempat diameter Bumi. Bulan beredar
mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan
disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak
adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan
tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter
230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga
menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.
8.Bintang
Bintang merupakan benda
langit yang memancarkan
cahaya. Terdapat bintang
semu dan bintang nyata.
Bintang semu adalah bintang
yang tidak menghasilkan
cahaya sendiri, tetapi
memantulkan cahaya yang
diterima dari bintang lain.
Bintang nyata adalah bintang
yang menghasilkan cahaya
sendiri. Secara umum sebutan
bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan
cahaya sendiri (bintang nyata).
Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui
reaksi fusi nuklir.
9.
Matahari
putih yang berperan sebagai pusat
tata surya. Seluruh komponen tata
masing-masing, planet-planet kerdil,
berputar mengelilingi matahari.
Di samping sebagai pusat
peredaran, matahari juga merupakan
berkelanjutan. Panas matahari
menghangatkan bumi dan
membentuk iklim,
sedangkan cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Tanpa
matahari, tidak akan ada kehidupan di bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak
dapat berlangsung.
(1) Inti (2) Zona radiatif (3) Zona konvektif (4)
Fotosfer (5) Kromosfer (6) Korona (7) Bintik matahari (8) Granula (9)
Prominensa.
10. Galaksi
Galaksi adalah sistem
perbintangan yang
maha luas dimana
terdapat milyaran
bintang dan benda
langit lainnya yang
beredar mengelilingi
pusat dengan gerakan
teratur.
Galaksi mempunyai
ciri-ciri yaitu, Semua
galaksi memiliki inti
dari sistem galaksi,
Seluruh sistem yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi, Galaksi
memiliki cahaya sendiri-bukan cahaya pantulan, Galaksi memiliki bentuk
tertentu, Galaksi-galaksi hanya terlihat di luar jalur Galaksi Bimasakti.
11. Debu
![]() |
Debu ialah nama umum untuk
dengan diamter kurang dari 500
debu berasal dari sejumlah
melalui angin, letusan gunung
berapi, pencemaran,
dll.
Debu udara dianggap aerosol dan
bisa memiliki tenaga radiasi lokal yang kuat di atmosfer dan berpengaruh
pada iklim.
Di samping itu, jika sejumlah partikel kecil disebarkan ke udara di daerah
tertentu (seperti tepung terigu), dalam keadaan tertentu ini bisa
menimbulkan bahaya ledakan.
12. Gas
cairan, gas mempunyai kemampuan untuk
mengalir dan dapat berubah bentuk.
Namun berbeda dari cairan, gas yang tak
tertahan tidak mengisi suatu volume yang
telah ditentukan, sebaliknya mereka
mengembang dan mengisi ruang apapun di
kinetis dalam suatu gas adalah bentuk zat
penambahan energi kinetis ini, atom-atom
satu sama lain, apalagi jika energi kinetis
ini semakin bertambah.
13. Kabut
![]() |
Kabut atau halimun
dekat permukaan tanah
berkondensasi dan menjadi
membuat uap air berkondensasi
mendekati 100%.
Teori-teori Terbentuknya Jagat
Raya
1.Teori jagad raya mengembang.
Menurut hasil penelitian dan pengamatan Hubble,
ditemukan bahwa galaksi2 bergerak saling menjauhi. Hal ini berarti jagad raya
mengembang menjadi lebih luas.
![]() |
2. Teori ledakan besar.
Berdasarkan teori ledakan besar,
dahulu kala
galaksi2 pernah saling
berdekatan.
Dengan demikian mungkin
semua galaksi
dalam jagad raya berasal
dari massa
tunggal. Dalam keadaan massa
tunggal, jagad raya memiliki suhu dan
energi sangat besar. Untuk itu, hanya
ledakan besarlah yang dapat
menghancurkan massa
tunggal menjadi
serpihan2 sebagai awal jagad raya.
Teori ini
didukung olehStephen Hawking,
seorang ahli fisika teoritis.
3.
Teori “Big Bang” (Dentuman Besar)
Menurut teori ini, jagat raya
terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang
lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak
terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya membentuk
bintang, planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan partikel-partikel
lain. Teori ”Big Bang” ini didukung oleh seorang astronom dari Amerika
Serikat, yaitu Edwin Hubble.
Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan,
menunjukkan bahwa jagat raya ini tidak bersifat statis. Semakin jauh jarak
galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya. Penemuan tersebut
dikuatkan lagi oleh ahli astrofisika dari Amerika Serikat, Arno Pnezias dan
Robert Wilson pada tahun 1965 telah mengukur tahap radiasi yang ada di angkasa
raya.
4. Teori “Keadaan Tetap”
(Stabil)
Teori ”keadaan tetap” atau teori ciptaan sinambung
menyatakan bahwa jagat raya selama berabad-abad selalu dalam keadaan yang sama
dan zat hidrogen senantiasa dicipta dari ketiadaan. Penambahan jumlah zat,
dalam teori ini memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu kira-kira seribu juta
tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa. Teori ini diajukan oleh
ahli astronomi Fred Hoyle dan beberapa ahli astrofisika Inggris.
Dalam teori ”keadaan tetap”, kita harus menerima bahwa zat
baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi, sehingga
galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Orang
sepakat bahwa zat yang merupakan asal mula bintang dan galaksi tersebut adalah
hidrogen.
5. Teori “Mengembang dan
Memampat” (The Oscillating Theory)
Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan
konstraksi. Menurut teori ini, jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus
materi yang diawali dengan masa ekspansi atau mengembang yang disebabkan oleh
adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi.
Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 milyar
tahun, selanjutnya galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan
meredup, kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang
sangat tinggi. Setelah tahap memampat maka tahap berikutnya adalah tahap
mengembang dan kemudian memampat lagi.
6. Teori “Alam Semesta
Quantum”
Teori ini diciptakan oleh William Lane Craig pada tahun
1966. Dia mengemukakan bahwa alam semesta adalah sudah ada selamanya dan akan
selalu ada untuk selamanya pula. Dalam teori ini, ruang hampa pada hakikatnya
tidak ada, yang ada adalah partikel-partikel sub atomik.
7. Teori Kabut (Teori Nebula)
Teori kabut dikemukakan oleh filsuf Jerman yang bernama
Immanuel Kant pada tahun 1775. Teori ini hampir sama dengan yang dikemukakan
oleh Simon De Laplace, seorang matematikawan Prancis.
Teori kabut menyatakan bahwa mula-mula ada sebuah nebula
(kabut yang terdiri dari gas, terutama hidrogen dan helium, dan debu-debu
angkasa) yang bulat dan berotasi sangat lambat . Akibatnya kabut mulai
menyusut. Akibat penyusutan dan rotasi ini terbentuklah sebuah cakram datar
dibagian tengahnya. Matahari berada dipusat cakram. Cakram ini terus berputar
lebih cepat sehingga bagian-bagian tepi cakram terlepas membentuk materi. Dari
materi ini akhirnya terbentuklah planet-planet yang tetap mengitari matahari.
Satelit dari planet terbentuk dengan cara yang sama.
Proses terbentuknya tata surya menurut teori kabut (nebula):
a) Nebula berasal dari gas dan debu, sebagian besar menjadi
Matahari.
b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar.
c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah.
d) Matahari berputar pada porosnya, planet-planet terbentuk
atmosfernya.
e) Planet terbentuk atmosfer, dibumi telah muncul kehidupan
karena sudah ada lapisan atmosfer.
8. Teori Planetesimal
Teori ini pertama
kali dikemukakan oleh Chamberlein dan F. R. Moulton, ilmuwan Amerika awal abad
ke-20. Teori ini mengatakan mula-mula ada matahari yang berpapasan
dengan sebuah bintang. Oleh karena letaknya berdekatan, tarikan gravitasi
bintang menyebabkan sebagian matahari tertarik kearah bintang tersebut.
Ketika bintang menjauh bahan-bahan itu sebagian ada yang
terlepas dan jatuh ke matahari, dan sebagian menjadi gumpalan-gumpalan kecil
(planetesimal) yang mulai melayang diangkasa sebagai planet-planet yang
mengelilingi matahari.
9. Teori Bintang Kembar
Teori ini ditemukan pada tahun 1930-an. Teori Bintang Kembar
menyatakan bahwa mula-mula ada 2 buah bintang kembar kemudian salah satu
bintang meledak. Oleh karena pengaruh gaya
gravitasi, maka bintang yang meledak menjadi kepingan-kepingan kecil yang
bergerak mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak
merupakan matahari sedangkan kepingan-kepingan yang mengitarinya menjadi
planet-planet.
10. Teori Protoplanet
Teori ini ditemukan pada tahun 1940 oleh Carl von
Weizsaeker, seorang astronom Jerman dan disempurnakan oleh P. Kuiper dan
Subrahmanyan Chandrasekar.
Teori ini menyatakan bahwa mula-mula dijagat raya ini ada
kumpulan gas dan debu. Kurang lebih 5 milyar tahun yang lalu, gumpalan gas dan
debu tersebut memampat. Proses pemampatan ini membuat partikel-partikel debu
dan gas tertarik kebagian dalam menuju pusat awan membentuk bola dan terus
berotasi. Rotasi inipun bertambah cepat dengan ditariknya partikel-partikel
debu dan gas ke pusat awan. Oleh karena rotasi yang cepat ini, maka gumpalan
gas mulai memipih membentuk cakram, bagian tengah tebal dan bagian pinggir
memipih. Akibat saling menekan, maka bagian tengah menjadi panas dan berpijar
(disebut protosun atau cikal bakal matahari). Bagian tepinya terpecah-pecah
akibat rotasi yang cepat. Bagian tengah ini yang akhirnya menjadi matahari dan
bagian tepi yang terpecah-pecah menjadi gumpalan-gumpalan kecil (protoplanet)
yang tetap berotasi. Protoplanet akhirnya membeku dan menjadi planet-planet
serta anggota tata surya lainnya.
11. Teori Pasang Surut
Bintang
Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon.
Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar
akibat bertumbukan dengan sebuah komet.
Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki
oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys. Mereka berpendapat bahwa tata surya
terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi
Matahari. Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari. Gas-gas
panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan
mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.
12. Teori Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom
Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis
kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang
berputar membentuk cakram raksasa.
Pandangan manusia tentang jagad raya
1.
Pandangan
Antroposentris
Pandangan ini menyatakan bahwa
manusia sebagai pusat segalanya di alam semesta ini. Dalam bahasa Yunani,
anthropes = manusia, centrum / centris berarti pusat. Bangsa primitif sejak
awal sudah menyadari adanya bumi dan langit, matahari, bulan dan bintang. Bumi
dianggap serupa dengan hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri. Bangsa
Babilon (hidup sekitar 2000 SM) menggambarkan alam semesta ini sebagai kubah
tertutup, dimana bumi sebagai lantainya dan di sekeliling bumi terdapat lubang
yang tergenang air, serta di seberang air terdapa gunung tinggi yang menyangga
langit.
2. Pandangan Geosentris
2. Pandangan Geosentris
Dalam bahasa Yunani Geo artinya Bumi. Pandangan Geosentris memandang Bumi sebagai pusat Jagat Raya. Pandangan ini meyakini bahwa semua benda langit mengelilingi bumi dan bumi merupakan pusat kekuatan alam semesta. Pandang ini berkembang sekitar 600 SM.
Beberapa ahli pendukung pandangan ini di antaranya adalah Thales dan
Anaximander. Thales (546 SM), seorang Yunani, melalui penelitiannya
berhasil menentukan bintang kutub sebagai patokan pelayaran, pembagian 4 musim
dalam tiap tahun, maupun waktu - waktu terjadinya gerhana matahari. Anaximander
(526 SM) adalah orang pertama yang menyatakan bahwa langit berputar pada
bintang kutub dna bumi sebagai pusat Jagat Raya. Hal senada juga dikemukakan
oleh Pythagoras (500 SM) seorang ahli matematika, hingga Ptolomeus (85 - 165
M).
3. Pandangan Holiosentris
3. Pandangan Holiosentris
Helios dalam bahasa Yunani adalah matahari. Pandangan ini menyatakan
bahwa pusat Jagat Raya adalah Matahari. Sebagai akibat majunya alat penelitian
dan sifat ilmuwan yang kritis maka pandangan bumi sebagai pusat Jagat Raya
bergeser menjadi matahari sebagai pusat. Bumi dan benda langit lainnya beredar
mengelilingi Matahari. Pelopor pandangan ini adalah Nicolaus Copernicus.
Copernicus menyatakan pandangannya dalam buku yang berjudul De Revolusionibus
Orbium Celestium (tentang revolusi peredaran benda - benda langit).
4. Pandangan Galaktosentris
Pandangan ini merupakan
perkembangan dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil
dikembangkan oleh para ahli. Pada tahun 1920 dibangun teleskop raksasa di
Amerika Serikat. Melalui teleskop ini dapat diperoleh informasi ihwal bintang
dan galaksi yang semakin luas dan dalam. Perkembangan ini membawa pandangan
bahwa pusat alam semesta adalah galaksi.
Satuan-satuan Jarak Dalam JAGAT
RAYA
Apakah itu “tahun cahaya”? Apa pula yang dimaksud dengan “Satuan Astronomi
(SA)” atau biasa dikenal dengan Astronomical Unit (AU)? Lantas, apakah itu
Parsec (pc), Kiloparsec, dan Megaparsec? Kemudian apakah Magnitude itu?
Harus diakui, astronom punya satuannya sendiri yang unik dan agak lain dari
apa yang kita pelajari dalam pelajaran fisika, misalnya. Hal ini wajar karena
astronomi mempelajari berbagai benda langit di alam semesta ini, mulai dari
skala atomik hingga seluruh alam semesta beserta isinya. Kadang-kadang tidak
nyaman untuk menyatakan sesuatu jarak dalam satuan yang biasa digunakan
sehari-hari, karena tidak cukup besar atau mungkin bahkan terlalu besar. Dalam
kehidupan sehari-hari kita mengenal berbagai satuan panjang. Kita mengenal
centimeter dan meter (1 meter = 100 centimeter) untuk menyatakan panjang atau
jarak. Kalau jarak yang
kita gunakan terlalu jauh, kita gunakan kilometer (1 kilometer = 1000 meter)
atau mil (1 mil = 1.61 km).
A. Satuan Astronomi (SA) atau Astronomical Unit (AU)
Satuan Astronomi adalah jarak dari Bumi ke Matahari. Namun,karena Bumi
bergerak mengitari Matahari dalam lintasan elips dengan jarak yang tidak tetap
maka diambil definisi yang lebih akurat yaitu 1 Satuan Astronomi (1
Astronomical Unit, biasa disingkat AU) adalah panjang setengah sumbu panjang
dari lintasan Bumi mengitari Matahari.
Penentuan jarak 1 Satuan Astronomi, atau jarak Bumi-Matahari, adalah
perjuangan yang panjang. Aristarchus dari Samos, pemikir abad Yunani Klasik,
memperkirakan jarak Bumi-Matahari paling-paling hanya 20 kali jarak Bumi-Bulan
(jarak Bumi-Bulan: 384 000 km). Perkiraannya meleset jauh karena jarak
Bumi-Matahari ternyata sekitar 390 kali jarak Bumi-Bulan. Jarak yang diberikan
oleh google adalah hasil perhitungan modern yang menggunakan astronomi radio
dan hitung orbit. Nilai eksaknya adalah 1 AU = 149 597 870.691 km, akurat
hingga 30 meter.
B. Tahun
Cahaya (Light Year)
Satu satuan tahun cahaya ialah jarak yang ditempuh cahaya selama satu
tahun. Yang pertama harus diingat: Tahun cahaya bukanlah satuan waktu.1 tahun
cahaya = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer). Jadi, Satu
tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh seberkas cahaya selama 1 tahun. Menurut
pengukuran modern, dalam satu detik cahaya dapat menempuh jarak 300 000
km.Artinya, dalam satu nanodetik (sepersemilyar detik), cahaya menempuh jarak
30 cm.
Mengapa kita membutuhkan satuan yang demikian besar? Jawabannya adalah
karena jarak bintang terdekat dari Matahari adalah 40 trilyun kilometer. Jarak
yang luar biasa besar ini tentu saja tidak nyaman untuk diungkapkan dalam
kilometer, namun lebih mudah dituliskan dan nyatakan dalam tahun cahaya: 4.22
tahun cahaya. Jarak menuju beberapa bintang di sekitar Matahari kita biasanya
dinyatakan dalam satuan ini: Jarak menuju Sirius adalah 8.58 tahun cahaya,
jarak menuju Wolf 359 adalah
7.78 tahun cahaya.

C. Paralaks Second (Parsec = Pc)
Paralaks (detik busur)
adalah pergeseran
sebuah
benda yang sangat
jauh
bila dilihat oleh
pengamat
yang tempatnya bergeser
terhadap benda, dan bukan
karena benda tersebut
bergeser. Parsec adalah
kependekan dari “parallax
of one arcsecond”. Ini juga
merupakan satuan
panjang,
1 parsec sama
dengan kurang
lebih sama dengan 3.26
tahun cahaya.
Jarak parsec
ini ada kaitannya
dengan
jarak 1 satuan
astronomi
yang sudah kita
bicarakan
di atas. Bila
kita mengukur
sudut paralaks
sebuah objek
dan menemukan
bahwa sudut paralaksnya adalah 1 detik busur (sudut 1 derajat = 60 menit busur,
1 menit busur = 60 detik busur. Jadi, 1 detik busur = 1/3600 derajat), maka
jarak menuju objek tersebut adalah 1 parsec. Dengan sedikit perhitungan
trigonometri, kita mendapatkan bahwa jarak 1 parsec = 206265 Satuan Astronomi,
atau sama dengan 3.26 tahun cahaya, atau dalam kilometer: 1 parsec = 31000
trilyun kilometer.
Meskipun satuan jarak ini hanya sedikit lebih besar daripada 3 tahun
cahaya, namun astronom lebih senang menggunakan satuan ini karena dapat
dikaitkan langsung dengan besaran teramati yaitu sudut paralaks. Jarak ini juga
sering disanding dengan awalan kilo untuk menyatakan 1 kiloparsec (kpc) = 1000
pc dan juga mega untuk menyatakan 1 Megaparsec (Mpc) = 1000 kpc = 1 000 000 pc.
Dengan cara ini, kita dapat menyatakan jarak yang teramat jauh hanya dengan
sedikit angka, misalnya:
Galaksi M51
jaraknya 7 Mpc dari Galaksi kita! Jarak menuju bintang terdekat tadi,
Proxima Centauri, adalah 1.3 parsec.
Jarak menuju gugus
bintang Pleiades adalah 135 parsec.
Jarak menuju pusat Galaksi: sekitar 8.5 kpc.
Jarak menuju Galaksi Andromeda: 780 kpc.
Jarak menuju Galaksi M51: 7 Mpc
(Perkiraan) jari-jari alam semesta kita: 24 Gigaparsec (Gpc).1 Gpc = 1000 Mpc.
D. Ångström
Jarak menuju pusat Galaksi: sekitar 8.5 kpc.
Jarak menuju Galaksi Andromeda: 780 kpc.
Jarak menuju Galaksi M51: 7 Mpc
(Perkiraan) jari-jari alam semesta kita: 24 Gigaparsec (Gpc).1 Gpc = 1000 Mpc.
D. Ångström
Ini juga satuan jarak, namun berbeda dengan satuan-satuan jarak yang telah
dibahas di atas, kali ini adalah satuan jarak yang teramat kecil: 1 Ångström =
1/10 nanometer atau sama dengan satu per 10 milyar meter. Bersama dengan nanometer dan mikrometer (mikron),
astronom menggunakan satuan ini untuk menyatakan panjang gelombang
elektromagnetik yang mereka amati. Sinar Ultraviolet dekat, misalnya, berkisar
antara 3000 hingga 4000 Angstrom, sementara sinar inframerah dapat berkisar
antara 7000 hingga 30000 Angstrom.
Anggota Jagat Raya
1. Galaksi
Galaksi adalah sistem perbintangan yang maha luas dimana terdapat milyaran bintang dan benda langit lainnya yang beredar mengelilingi pusat dengan gerakan teratur.
Ciri-ciri Galaksi:
Semua galaksi memiliki inti dari sistem galaksi
Seluruh sistem yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi
Galaksi memiliki cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan
Galaksi memiliki bentuk tertentu
Galaksi-galaksi hanya terlihat di luar jalur Galaksi Bimasakti
Edwin Hubble pada tahun 1925 mengklasifikasikan galaksi berdasarkan bentuknya, menjadi:
Bentuk Spiral (S)
Bentuk Elips (E)
Bentuk tak beraturan
A. Galaksi
Bentuk Spiral (S) Ciri-ciri:
1) terlihat seperti
pusaran api raksasa
2) mempunyai struktur
2) mempunyai struktur
yang teratur seperti
Bima Sakti dan M31
di Andromeda
3) mempunyai 3 bagian,
3) mempunyai 3 bagian,
yaitu:
- pusat roda
- selubung bulat yang
- pusat roda
- selubung bulat yang
membungkus
pusat,
terdiri dari bintang dan
gugus bintang.
-
piringan
dengan lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah
khatulistiwa
4) Jumlahnya meliputi 80% dari semua galaksi yang diketahui.
4) Jumlahnya meliputi 80% dari semua galaksi yang diketahui.
Bentuk galaksi spiral pusatnya tidak bulat, tetapi berbentuk cerutu dan
kedua ujungnya terjulur
B. Galaksi Bentuk Elips (E)Ciri-ciri:
1) terlihat seperti bola lonjong besar
yang bersinar
2) terdiri dari bagian pusat roda dan
2) terdiri dari bagian pusat roda dan
selubung di sekelilingnya
3) bentuknya agak pipih, kerapatan
3) bentuknya agak pipih, kerapatan
bintang pada pusatnya tergantung
gravitasi massanya
4) jumlahnya + 17 % dari semua galaksi
4) jumlahnya + 17 % dari semua galaksi
yang diketahui
C. Galaksi Bentuk Tak BeraturanCiri-ciri:
a) terlihat sebagai gumpalan
datar atau
onggokan bintang yang
semakin menebal
b) Jumlahnya kurang dari 3%
b) Jumlahnya kurang dari 3%
semua galaksi
yang diketahui
Macam-macam Galaksi
1. Galaksi Bima Sakti (Milky Way)

Keadaan Galaksi Bima sakti
- Corak dan strukturnya berbentuk spiral dengan massa bintang + 100
milyar massa Matahari.
- Dilihat dari pinggir, bentuknya seperti keping (cakram) dengan porosnya
sebagai intinya.
- Garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya dan tebalnya 3.000 – 15.000
- Garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya dan tebalnya 3.000 – 15.000
tahun cahaya di pusatnya.
- Matahari dan bintang-bintang lain merupakan “sistem lokal”, beredar
- Matahari dan bintang-bintang lain merupakan “sistem lokal”, beredar
mengelilingi intinya dengan
kecepatan 450 km/detik dalam waktu 225
juta tahun (1 tahun kosmis) untuk
sekali berputar lengkap.
- Matahari kita terletak agak di bagian tepi, berada pada jarak
- Matahari kita terletak agak di bagian tepi, berada pada jarak
30.000-35.000 tahun cahaya dari
pusat galaksi.
- Bima Sakti menunjukkan gerak rotasi pada intinya.
- Bima Sakti menunjukkan gerak rotasi pada intinya.
2. Galaksi Andromeda (M31 atau Messier 31)
Galaksi Andromeda berjarak
+ 2 juta tahun
cahaya dari
galaksi bimasakti.
Galaksi ini berbentuk spiral
Galaksi ini berbentuk spiral
dengan keunikan, yaitu:
pusat galaksi tidak terurai
pusat galaksi tidak terurai
menjadi bintang-bintang
terpisah, gugus bulatnya
lebih redup empat kali
dibandingkan Bima Sakti,
inti pusat galaksi sangat
inti pusat galaksi sangat
terang dan berwarna putih,
di sekitarnya terdapat gugus
bintang yang sudah tua dan berwarna merah jambu, memiliki
tujuh buah lengan yang membelit ketat dan tergores dengan debu yang bercahaya
biru.
3. Galaksi Roda Biru (Blue Pin
Wheel) M33
![]() |
Galaksi ini
berputar bagaikan
gasing didaerah
Trianggulum.
Galaksi ini
berbentuk spiral kecil.
Jaraknya 2 juta
tahun cahaya.
Pada galaksi ini terdapat bintang
Nova Maha Raksasa dan Cepheid.
4. Galaksi Pusaran Air (M51)
Galaksi Pusaran Air
Adalah galaksi spiral
yang terlentang
dan
didampingi oleh
pengiring yakni
sebuah
galaksi yang
tidak
teratur. Lengannya
diterangi oleh
bintang
yang besar berupa
debu dan gas. Pengiring
kecil NGL 5195
termasuk
kelas tidak
beraturan.
Keduanya bersentuhan
menjauhi Bima Sakti
dengan kecepatan yang
sama dan berada pada
jarak yang sama yaitu 14 juta tahun cahaya.
5. Galaksi Magellan atau
Magelhaen atau Kabut Magellan
![]() |
Galaksi ini ditemukan pada tahun 1519
oleh Magelan. Letaknya di konstelasi
Dorado dan Tucana. Kabut yang terang
dan besar disebut
Magellan Besar dan yang
kecil disebut Magellan Kecil.
Galaksi Magellan
adalah salah satu galaksi
yang terdekat
dengan Bima Sakti, berjarak
+ 150.000 tahun cahaya.
2. Bintang
Bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat
reaksi inti di
dalamnya. Cahaya bintang terdiri atas gas pijar yang mengeluarkan cahaya dengan
warna berbeda, yaitu putih kebiru-biruan, merah, atau kekuning-kuningan.
Menurut hukum fisika, bintang yang bercahaya putih kebiruan memiliki temperatur
paling tinggi, semakin merah atau kuning maka temperatur semakin rendah.
Derajat kekuatan
cahaya bintang ditentukan berdasarkan magnitudo
semakin kecil magnitudo suatu bintang, makin terang cahaya
bintang tersebut
A. Spektrum Bintang
Spektrum bintang yaitu uraian
cahaya warna- warni yang dipancarkan bintang, dimana warna-warni tersebut
menunjukkan perbedaan temperatur bintang. Spektrum bintang dikelompokkan
berdasarkan kemiripan susunan garis yang dinyatakan dalam simbol-simbol kelas
spektrum O, B, A, F, G, K dan M. Untuk mempermudah mengingat susunan spektrum
tersebut, para astronom menggunakan ungkapan “Oh, Be A Fine
Girl; Kiss Me”.
Klasifikasi
Spektrum Bintang
|
Kelas Spektrum
|
Temperatur
|
Warna
|
|
O
|
> 25.000 K
|
Biru
|
|
B
|
11.000-25.000 K
|
Biru
|
|
A
|
7.500-11.000 K
|
Biru
|
|
F
|
6.000-7.500 K
|
Biru Keputih-putihan
|
|
G
|
5.000-6.000 K
|
Putih kekuning-kuningan
|
|
K
|
3.500-5000 K
|
Jingga kemerah-merahan
|
|
M
|
< 3.500 K
|
Merah
|
B. Rasi Bintang
Rasi bintang adalah kelompok
bintang yang seolah-olah berdekatan dan menempel di langit pada malam hari.
Suatu rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang
tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Dalam ruang tiga dimensi,
kebanyakan bintang yang kita amati tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya,
tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada bola langitmalam. Manusia memiliki
kemampuan yang sangat
tinggi dalam mengenali pola dan sepanjang
sejarah telah mengelompokkan bintang-bintang yang tampak berdekatan menjadi
rasi-rasi bintang. Susunan rasi bintang yang tidak resmi, yaitu yang dikenal
luas oleh masyarakat tapi tidak diakui oleh para ahli astronomi atau Himpunan Astronomi Internasional,
juga disebut asterisma. Bintang-bintang pada rasi bintang atau asterisma
jarang yang mempunyai hubungan astrofisika; mereka hanya kebetulan saja tampak
berdekatan di langit yang tampak dari Bumi dan biasanya
terpisah sangat jauh.
Pengelompokan bintang-bintang
menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan yang
berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda pula, sekalipun beberapa yang
sangat mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius.
Himpunan
Astronomi Internasional
telah membagi langit menjadi
88
rasi bintang resmi dengan
batas-batas yang jelas,
sehingga
rasi bintang saja. Pada belahan
bumi (hemisfer) utara, kebanyakan
rasi bintangnya didasarkan pada
Beragam pola-pola lainnya
yang
tidak resmi telah ada
bersama-sama dengan rasi bintang
dan disebut asterisma, seperti Bajak (juga dikenal di Amerika Serikat sebagai Big Dipper) dan Little Dipper.
Tata cara
pemberian nama bintang
• Nama diberikan berdasarkan yang telah digunakan
orang sejak zaman kuno, misalnya Sirius, Betelgeuse, Aldebrans.
• Bintang yang terdapat pada konstelasi diberi
nama diberi nama awal Alpa, Beta atau Gama sesuai dengan tingkat terangnya.
Misalnya alpa centauri berarti berarti bintang yang paling terang di centauri,
demikian seterusnya.
• Dalam astronomi
modern, nama bintang sesuai dengan nomor urut dalam
katalog, misalnya bintang M.31 dalam katalog
Messier dengan nomor urut 31.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar