Minggu, 25 Desember 2011

Jagat Raya


 









Jagat Raya adalah istilah lain dari alam semesta. Dalam ilmu astronomi (ilmu yang mempelajari ihwal bintang) Jagat Raya, semesta, / yang disebutCosmos sesungguhnya adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada, termasuk bumi tempat manusia hidup. Di Jagat Raya terdapat bermilyar bintang, planet - planet, komet, serta meteor. Selain itu, di Jagat Raya juga terdapat benda - benda langit lain seperti debu, kabut, dan gas.

          Jagat Raya dengan segala isinya masih menyimpan misteri.
Sebagian sudah ada yang terungkap, namun masih banyak yang belum diketahui, misalnya dimana batas / dinding dari ruang yang disebut alam semesta / Jagat Raya tersebut ? Maka, jawabannya adalah tidak terbatas. Mengapa ? Karena hingga saat ini kemampuan manusia melalui ilmu pengetahuan dan teknologinya belum dapat membuktikan dimana ujung / dinding dari ruang Jagat Raya tersebut.

          Namun demikian, melalui penelitian yang terus - menerus, sebagian rahasia Jagat Raya mulai dapat diketahui.
Misalnya, tentang letak, gerakan, dan bentuk benda langit yang dekat dengan bumi. Lebih jauh lagi telah diketahui bahwa sistem Tata Surya kita hanya sebagian kecil dari pengisi Galaksi Bimasakti. Manusia juga akhirnya memahami bahwa Galaksi Bimasakti bukan satu-satunya galaksi pengisi Jagat Raya.





Benda-benda Langit


1.  Meteor
Meteor adalah benda ruang angkasa yang
masuk kedalam atmosfer bumi karena
tertarik oleh gravitasi bumi dengan
kecepatan tinggi dan berpijar karena
gesekan dengan atmosfer yang
menyebabkan benda tersebut terbakar.
Meteor biasanya dapat kita lihat pada
malam hari meskipun sebenarnya tidak
hanya pada malam hari saja ia masuk
kedalam atmosfer bumi. Sebagian orang
menyebut fenomena ini adalah bintang
jatuh.


2.Meteorit 
Meteorit adalah batu meteor 
yang berhasil mencapai
permukaan bumi. Disebut juga 
meteor setelah menembus 
atmosfir bumi tetapi belum
mencapai permukaan bumi.
Jika batu meteor sangat besar
tidak habis di lapisan udara
ionosfir maka akan jatuh sampai ke
Bumi yang disebut Meteorit.
Di Indonesia, meteorit bisa ditemukan di musium geologi Bandung.
Meteorit adalah bahan baku pamor keris yang disukai para Empu. Keris yang mendapat campuran meteorit biasanya ringan namun sangat kuat karena mengandung logam langka, seperti titanium.



3. Asteroid Dan Planetoid
Asteroid, disebut sebagai planet minor atau Planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Asteroid pertama yang ditemukan
adalah 1 Ceres yang ditemukan pada
tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi.
Kala itu, asteroid disebut sebagai
planetoid. Sudah sebanyak ratusan
ribu asteroid di dalam tatasurya
kita diketemukan dan kini penemuan
baru itu rata-rata sebanyak 5000
buah per bulannya.
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km.

4. Komet 
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis. Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak tepat
karena komet sama sekali bukan 
bintang. Orang Jawa menyebutnya
sebagai lintang kemukus karena
memiliki ekor seperti buah kemukus 
yang telah dikeringkan. Komet
terbentuk dari es dan debu. Komet
terdiri dari kumpulan debu dan gas 
yang membeku 
pada saat berada jauh dari matahari. Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaankm. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planetBeberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit matahari.

5.Planet

Planet adalah benda ruang angkasa yang mengelilingi bintang, seperti halnya bumi yang mengelilingi matahari. Planet tidak bercahaya, akan tetapi ia dapat memantulkan cahaya yang ia terima dari bintang yang menjadi pusat tata suryanya.

Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan,
telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak
ditempati
benda-benda
angkasa berukuran
cukup besar lainnya
selain satelitnya 
sendiri) di daerah
sekitar orbitnya
Berdiameter lebih
dari 800 km.




A.Merkurius 
MerkuriusMerkurius adalah planet terkecil di dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan Matahari dengan
kala revolusi 88 hari. Kecerahan planet ini
berkisar di antara -2 sampai 5,5 dalam 
magnitudo tampak namun tidak mudah
terlihat karena sudut pandangnya dengan
matahari kecil (dengan rentangan paling
jauh sebesar 28,3 derajat. Merkurius
hanya bisa terlihat pada saat subuh atau
maghrib. Tidak begitu banyak yang
diketahui tentang Merkurius karena
hanya satu pesawat antariksa yang pernah
mendekatinya yaitu Mariner 10 pada tahun 1974 sampai 1975. Mariner 10 hanya berhasil memetakan sekitar 40 sampai 45 persen dari permukaan planet.
Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak mempunyai satelit alami serta atmosfir. Merkurius mempunyai inti besi yang menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan magnet bumi. Suhu permukaan dari Merkurius berkisar antara 90 sampai 700 Kelvin (-180 sampai 430 derajat Celcius).

B. Venus 
VenusVenus atau Bintang Kejora adalah planet 
terdekat kedua dari matahari setelah 
Merkurius. Planet ini memiliki radius
6.052 km dan mengelilingi matahari dalam
waktu 225 hari. Atmosfer Venus
mengandung 97% karbondioksida (CO2)
dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak
mungkin terdapat kehidupan.
Arah rotasi Venus berlawanan dengan arah
rotasi planet-planet lain. Selain itu, jangka
waktu rotasi Venus lebih lama daripada
jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi matahari.
Kandungan atmosfernya yang pekat dengan CO2 menyebabkan suhu permukaannya sangat tinggi akibat efek rumah kaca. Atmosfer Venus tebal dan selalu diselubungi oleh awan. Pakar astrobiologi berspekulasi bahwa pada lapisan awan Venus termobakteri tertentu masih dapat melangsungkan kehidupan.


C. Bumi 
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliar 
Earth Eastern Hemisphere.jpgtahun. Jarak antara Bumi dengan
matahari adalah 149.6 juta kilometer 
atau 1 AU (Inggris: astronomical unit).
Bumi mempunyai lapisan udara
(atmosfer) dan medan magnet yang
disebut (magnetosfer) yang melindung
permukaan Bumi dari angin matahari,
sinar ultraviolet dan radiasi
dari luar angkasa. Lapisan udara ini
menyelimuti bumi hingga ketinggian
sekitar 700 kilometer. Lapisan udara
ini dibagi menjadi TroposferStratosferMesosfer
Termosfer dan Eksosfer. Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 55 °C bergantung pada iklim setempat. Sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun di bumi sama dengan 365,2425 hari. Bumi mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. Berat jenis Bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingan berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis Bumi dipatok sebagai 1.
Bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer. Gravitasi Bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan gravitasi Bumi dipatok sebagai 1. Bumi mempunyai 1 satelit alami yaitu Bulan. 70,8% permukaan bumi diliputi airUdara Bumi terdiri dari 78%nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap airkarbondioksida dan gas lain.




D. Mars 
The planet MarsMars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang RomawiMars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh
berwarna kemerah-kemerahan.
Ini disebabkan oleh keberadaan 
besi(III) oksida di permukaan planet
Mars.[6] Mars adalah planet bebatuan 
dengan atmosfer yang tipis.
Di permukaan Mars terdapat kawah,
gunung berapi, lembah, gurun, dan
lapisan es. Periode rotasi dan siklus
musim Mars mirip dengan Bumi.
Di Mars berdiri Olympus Mons,
gunung tertinggi di Tata Surya, dan 
Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan Mars.
Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.
Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.


E. Yupiter 
Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah MerkuriusVenusBumi dan Mars.
Jarak rata-rata antara Yupiter dan Matahari adalah 778,3 juta km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter 14.980 km dan memilikimassa 318 kali massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 9,8 jam, sedangkan periode revolusi adalah 11,86 tahun.

Klik untuk melihat kapsi penuh.Di permukaan planet ini terdapat bintik
merah raksasa. Atmosfer Yupiter
mengandung hidrogen (H), helium (He),
metana (CH4) dan amonia (NH3). Lapisan
atas atmosfer Yupiter terdiri dari
88 - 92% hidrogen dan 8 - 12% helium.
Suhu di permukaan planet ini berkisar
dari -140oC sampai dengan 21oC. Seperti 
planet lain, Yupiter tersusun atas unsur 
besi dan unsur berat lainnya. Jupiter
memiliki 63 satelit, di antaranya Io
EuropaGanymede,Callisto (Galilean moons).


F. Saturnus 
Planet SaturnSaturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Jarak Saturnus
sangat jauh dari Matahari, karena
itulah Saturnus tampak tidak
terlalu jelas dari Bumi. Saturnus
berevolusi dalam waktu 29,46
tahun. Setiap 378 hari, Bumi,
Saturnus dan Matahari akan
berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 14 menit.
Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.
Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh di antaranya cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka adalah MimasEnceladusTethysDioneRheaTitan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius) dan Iapetus.



G. Uranus 
Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan terberat keempat dalam Tata Surya. Ia dinamai dari nama dewa langit Yunani kuno Uranus (Ορανός) ayah dari Kronos (Saturnus) dan kakek dari Zeus (Jupiter).
Meskipun Uranus terlihat dengan mata
telanjang seperti lima planet klasik,
ia tidak pernah dikenali sebagai planet
oleh pengamat dahulu kala karena
redupnya dan orbitnya yang lambat. 
Sir William Herschel mengumumkan
penemuannya pada tanggal 13 Maret
1781, menambah batas yang diketahui
dari Tata Surya untuk pertama kalinya
dalam sejarah modern. Uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.
Atmosfer Uranus terdiri dari hidrogen dan helium, mengandung banyak "es" seperti airamonia dan metana, bersama dengan jejak hidrokarbon. Atmosfernya itu adalah atmofer yang terdingin dalam Tata Surya, dengan suhu terendah 49 K (−224 °C).
Seperti planet raksasa lain, Uranus mempunyai sistem cincinmagnetosfer serta banyak satelit alami. Sistem Uranian konfigurasinya unik di antara planet-planet karena sumbu rotasi miring ke sampingnya, hampir pada bidang revolusinya mengelilingi Matahari. Sehingga, kutub utara dan selatannya terletak pada tempat yang pada banyak planet lain merupakan ekuator mereka. Dilihat dari Bumi, cincin Uranus kadang nampak melingkari planet itu seperti sasaran panah dan satelit-satelitnya mengelilinginya seperti jarum-jarum jam. Kecepatan angin di planet Uranus dapat mencapai 250 meter per detik (900 km/jam, 560 mil per jam).

H. Neptunus 
Neptunus merupakan planet terjauh (kedelapan) jika ditinjau dari Matahari. Planet yang dinamai dari dewa lautan Romawi ini merupakan planet terbesar keempat berdasarkan diameter (49.530 km) dan terbesar ketiga berdasarkan massa. Massa Neptunus tercatat 17 kali lebih besar daripadaBumi, dan sedikit lebih besar daripada Uranus.[7] Neptunus mengorbit Matahari pada jarak 30,1 SA atau sekitar 4.450 juta km.
Neptunus dari Voyager 2
 


Periode rotasi planet ini adalah
16,1 jam, sedangkan periode revolusinya
adalah 164,8 tahun. Simbol astronomisnya
adalah , yang merupakan trident dewa
Neptunus. Planet yang ditemukan pada
tanggal 23 September 1846 ini
merupakan planet pertama yang
ditemukan melalui prediksi matematika.
Perubahan yang tak terduga di orbit 
Uranus membuat Alexis Bouvard menyimpulkan bahwa hal tersebut diakibatkan oleh gangguan gravitasi dari planet yang tak dikenal. Neptunus selanjutnya diamati oleh Johann Galle dalam posisi yang diprediksikan oleh Urbain Le Verrier. Satelit alam terbesarnya, Triton, ditemukan segera sesudahnya, sementara 12 satelit alam lainnya baru ditemukan lewat teleskop pada abad ke-20. Neptunus telah dikunjungi oleh satu wahana angkasa, yaitu Voyager 2, yang terbang melewati planet tersebut pada tanggal 25 Agustus 1989.
Atmosfer Neptunus mengandung hidrogenheliumhidrokarbon, kemungkinan nitrogen, dan kandungan "es" yang besar seperti es air, amonia, dan metana. Neptunus terdiri dari es dan batu. Metana di wilayah terluar planet merupakan salah satu penyebab kenampakan kebiruan Neptunus.











6. Satelit
Satelit adalah benda ruang angkasa
yang mengelilingi planet. Bersama dengan
planet yang ia kelilingi ia juga ikut berevolusi
mengelilingi matahari. Bumi kita memiliki satu
satelit alam yang kita namakan bulan,
disamping satelit-satelit lain buatan manusia
yang berfungsi untuk alat komunikasi, riset
dan lain-lain.


7. Bulan
Bulan adalah satu-satunya satelit alami 
Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar
ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai
sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan
sebenarnya berasal dari pantulan cahaya 
Matahari. Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari
pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar
30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan
adalah 3.474 km,[1] sedikit lebih kecil dari
seperempat diameter Bumi. Bulan beredar
mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari.
Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.








8.Bintang 
Bintang merupakan benda
langit yang memancarkan 
cahaya. Terdapat bintang
semu dan bintang nyata.
Bintang semu adalah bintang
yang tidak menghasilkan
cahaya sendiri, tetapi
memantulkan cahaya yang
diterima dari bintang lain.
Bintang nyata adalah bintang
yang menghasilkan cahaya
sendiri. Secara umum sebutan
bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang adalah:
Semua benda masif (bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir.

9. Matahari 
Matahari adalah bola raksasa yang
terbentuk dari gas hidrogen dan helium
Matahari termasuk bintang berwarna
putih yang berperan sebagai pusat 
tata surya. Seluruh komponen tata
surya termasuk 8 planet dan satelit
masing-masing, planet-planet kerdil, 
asteroid,komet, dan debu angkasa
berputar mengelilingi matahari.  
Di samping sebagai pusat
peredaran, matahari juga merupakan
sumber energi untuk kehidupan yang
berkelanjutan. Panas matahari
menghangatkan bumi dan membentuk iklim, sedangkan cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Tanpa matahari, tidak akan ada kehidupan di bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung.

(1) Inti (2) Zona radiatif (3) Zona konvektif (4) Fotosfer (5) Kromosfer (6) Korona (7) Bintik matahari (8) Granula (9) Prominensa.


10. Galaksi

Galaksi adalah sistem
perbintangan yang
maha luas dimana
terdapat milyaran
bintang dan benda
langit lainnya yang
beredar mengelilingi
pusat dengan gerakan
teratur.
Galaksi mempunyai
ciri-ciri yaitu, Semua
galaksi memiliki inti
dari sistem galaksi,
Seluruh sistem yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi, Galaksi memiliki cahaya sendiri-bukan cahaya pantulan, Galaksi memiliki bentuk tertentu, Galaksi-galaksi hanya terlihat di luar jalur Galaksi Bimasakti.

11. Debu 
 

Debu ialah nama umum untuk
sejumlah partikel padat kecil
dengan diamter kurang dari 500 
mikrometer (lihat juga pasir atau 
debu berasal dari sejumlah 
sumberloess yang disebarkan
melalui angin, letusan gunung
berapi, pencemaran, dll.
Debu udara dianggap aerosol dan bisa memiliki tenaga radiasi lokal yang kuat di atmosfer dan berpengaruh pada iklim. Di samping itu, jika sejumlah partikel kecil disebarkan ke udara di daerah tertentu (seperti tepung terigu), dalam keadaan tertentu ini bisa menimbulkan bahaya ledakan.


12. Gas 
Gas adalah suatu fase benda. Seperti 
cairan, gas mempunyai kemampuan untuk
mengalir dan dapat berubah bentuk.
Namun berbeda dari cairan, gas yang tak
tertahan tidak mengisi suatu volume yang
telah ditentukan, sebaliknya mereka
mengembang dan mengisi ruang apapun di
mana mereka berada. Tenaga gerak/energi
kinetis dalam suatu gas adalah bentuk zat
terhebat kedua (setelah plasma). Karena
penambahan energi kinetis ini, atom-atom
gas dan molekulsering memantul antara
satu sama lain, apalagi jika energi kinetis
ini semakin bertambah.


13. Kabut
 

Kabut atau halimun 
(serapan dari bahasa Sunda)
adalah uap air yang berada
dekat permukaan tanah 
berkondensasi dan menjadi
mirip awan. Hal ini biasanya
terbentuk karena hawa dingin
membuat uap air berkondensasi
dan kadar kelembaban 
mendekati 100%.




Teori-teori Terbentuknya Jagat Raya


1.Teori jagad raya mengembang.

Menurut hasil penelitian dan pengamatan Hubble, ditemukan bahwa galaksi2 bergerak saling menjauhi. Hal ini berarti jagad raya mengembang menjadi lebih luas.
 














2.  Teori ledakan besar.

Berdasarkan teori ledakan besar,
dahulu kala galaksi2 pernah saling
berdekatan. Dengan demikian mungkin
semua galaksi dalam jagad raya berasal
dari massa tunggal. Dalam keadaan massa
tunggal, jagad raya memiliki suhu dan
energi sangat besar. Untuk itu, hanya
ledakan besarlah yang dapat
menghancurkan massa tunggal menjadi
serpihan2 sebagai awal jagad raya.
Teori ini didukung olehStephen Hawking, 
seorang ahli fisika teoritis.
3.    Teori  “Big Bang” (Dentuman Besar)

Menurut teori ini, jagat raya terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya membentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan partikel-partikel lain.  Teori ”Big Bang” ini didukung oleh seorang astronom dari Amerika Serikat, yaitu Edwin Hubble.

Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa jagat raya ini tidak bersifat statis. Semakin jauh jarak galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya. Penemuan tersebut dikuatkan lagi oleh ahli astrofisika dari Amerika Serikat, Arno Pnezias dan Robert Wilson pada tahun 1965 telah mengukur tahap radiasi yang ada di angkasa raya.


4. Teori “Keadaan Tetap” (Stabil)

Teori ”keadaan tetap” atau teori ciptaan sinambung menyatakan bahwa jagat raya selama berabad-abad selalu dalam keadaan yang sama dan zat hidrogen senantiasa dicipta dari ketiadaan. Penambahan jumlah zat, dalam teori ini memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu kira-kira seribu juta tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa. Teori ini diajukan oleh ahli astronomi Fred Hoyle dan beberapa ahli astrofisika Inggris.

Dalam teori ”keadaan tetap”, kita harus menerima bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa di antara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Orang sepakat bahwa zat yang merupakan asal mula bintang dan galaksi tersebut adalah hidrogen.


5. Teori “Mengembang dan Memampat” (The Oscillating Theory)

Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini, jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi atau mengembang yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuklah galaksi-galaksi.

Tahap ini diperkirakan  berlangsung selama 30 milyar tahun, selanjutnya galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup, kemudian memampat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap memampat maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian memampat lagi.


6. Teori “Alam Semesta Quantum”

Teori ini diciptakan oleh William Lane Craig pada tahun 1966. Dia mengemukakan bahwa alam semesta adalah sudah ada selamanya dan akan selalu ada untuk selamanya pula. Dalam teori ini, ruang hampa pada hakikatnya tidak ada, yang ada adalah partikel-partikel sub atomik.

7. Teori Kabut (Teori Nebula)

Teori kabut dikemukakan oleh filsuf Jerman yang bernama Immanuel Kant pada tahun 1775. Teori ini hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Simon De Laplace, seorang matematikawan Prancis.

Teori kabut menyatakan bahwa mula-mula ada sebuah nebula (kabut yang terdiri dari gas, terutama hidrogen dan helium, dan debu-debu angkasa) yang bulat dan berotasi sangat lambat . Akibatnya kabut mulai menyusut. Akibat penyusutan dan rotasi ini terbentuklah sebuah cakram datar dibagian tengahnya. Matahari berada dipusat cakram. Cakram ini terus berputar lebih cepat sehingga bagian-bagian tepi cakram terlepas membentuk materi. Dari materi ini akhirnya terbentuklah planet-planet yang tetap mengitari matahari. Satelit dari planet terbentuk dengan cara yang sama.

Proses terbentuknya tata surya menurut teori kabut (nebula):
a) Nebula berasal dari gas dan debu, sebagian besar menjadi Matahari.
b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar.
c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah.
d) Matahari berputar pada porosnya, planet-planet terbentuk atmosfernya.
e) Planet terbentuk atmosfer, dibumi telah muncul kehidupan karena sudah ada lapisan atmosfer.


8. Teori Planetesimal

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Chamberlein dan F. R. Moulton, ilmuwan Amerika awal abad ke-20. Teori ini mengatakan mula-mula ada matahari yang berpapasan dengan sebuah bintang. Oleh karena letaknya berdekatan, tarikan gravitasi bintang menyebabkan sebagian matahari tertarik kearah bintang tersebut.

Ketika bintang menjauh bahan-bahan itu sebagian ada yang terlepas dan jatuh ke matahari, dan sebagian menjadi gumpalan-gumpalan kecil (planetesimal) yang mulai melayang diangkasa sebagai planet-planet yang mengelilingi matahari.


9. Teori Bintang Kembar

Teori ini ditemukan pada tahun 1930-an. Teori Bintang Kembar menyatakan bahwa mula-mula ada 2 buah bintang kembar kemudian salah satu bintang meledak. Oleh karena pengaruh gaya gravitasi, maka bintang yang meledak menjadi kepingan-kepingan kecil yang bergerak mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak merupakan matahari sedangkan kepingan-kepingan yang mengitarinya menjadi planet-planet.

10.  Teori Protoplanet

Teori ini ditemukan pada tahun 1940 oleh Carl von Weizsaeker, seorang astronom Jerman dan disempurnakan oleh P. Kuiper dan Subrahmanyan Chandrasekar.

Teori ini menyatakan bahwa mula-mula dijagat raya ini ada kumpulan gas dan debu. Kurang lebih 5 milyar tahun yang lalu, gumpalan gas dan debu tersebut memampat. Proses pemampatan ini membuat partikel-partikel debu dan gas tertarik kebagian dalam menuju pusat awan membentuk bola dan terus berotasi. Rotasi inipun bertambah cepat dengan ditariknya partikel-partikel debu dan gas ke pusat awan. Oleh karena rotasi yang cepat ini, maka gumpalan gas mulai memipih membentuk cakram, bagian tengah tebal dan bagian pinggir memipih. Akibat saling menekan, maka bagian tengah menjadi panas dan berpijar (disebut protosun atau cikal bakal matahari). Bagian tepinya terpecah-pecah akibat rotasi yang cepat. Bagian tengah ini yang akhirnya menjadi matahari dan bagian tepi yang terpecah-pecah menjadi gumpalan-gumpalan kecil (protoplanet) yang tetap berotasi. Protoplanet akhirnya membeku dan menjadi planet-planet serta anggota tata surya lainnya.

11. Teori Pasang Surut Bintang

Teori Pasang Surut pertama kali disampaikan oleh Buffon. Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari materi Matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet.

Teori pasang surut yang disampaikan Buffon kemudian diperbaiki oleh Sir James Jeans dan Harold Jeffreys. Mereka berpendapat bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang besar yang melintasi Matahari. Gas-gas tersebut terlepas dan kemudian mengelilingi Matahari. Gas-gas panas tersebut kemudian berubah menjadi bola-bola cair dan secara berlahan mendingin serta membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.


12. Teori Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.








Pandangan manusia tentang jagad raya

1.      Pandangan Antroposentris

Pandangan ini menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya di alam semesta ini. Dalam bahasa Yunani, anthropes = manusia, centrum / centris berarti pusat. Bangsa primitif sejak awal sudah menyadari adanya bumi dan langit, matahari, bulan dan bintang. Bumi dianggap serupa dengan hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri. Bangsa Babilon (hidup sekitar 2000 SM) menggambarkan alam semesta ini sebagai kubah tertutup, dimana bumi sebagai lantainya dan di sekeliling bumi terdapat lubang yang tergenang air, serta di seberang air terdapa gunung tinggi yang menyangga langit.

2. Pandangan Geosentris

          Dalam bahasa Yunani Geo artinya Bumi. Pandangan Geosentris memandang Bumi sebagai pusat Jagat Raya. Pandangan ini meyakini bahwa semua benda langit mengelilingi bumi dan bumi merupakan pusat kekuatan alam semesta. Pandang ini berkembang sekitar 600 SM.
Beberapa ahli pendukung pandangan ini di antaranya adalah Thales dan Anaximander. Thales (546 SM), seorang Yunani, melalui penelitiannya berhasil menentukan bintang kutub sebagai patokan pelayaran, pembagian 4 musim dalam tiap tahun, maupun waktu - waktu terjadinya gerhana matahari. Anaximander (526 SM) adalah orang pertama yang menyatakan bahwa langit berputar pada bintang kutub dna bumi sebagai pusat Jagat Raya. Hal senada juga dikemukakan oleh Pythagoras (500 SM) seorang ahli matematika, hingga Ptolomeus (85 - 165 M).

3. Pandangan Holiosentris

Helios dalam bahasa Yunani adalah matahari. Pandangan ini menyatakan bahwa pusat Jagat Raya adalah Matahari. Sebagai akibat majunya alat penelitian dan sifat ilmuwan yang kritis maka pandangan bumi sebagai pusat Jagat Raya bergeser menjadi matahari sebagai pusat. Bumi dan benda langit lainnya beredar mengelilingi Matahari. Pelopor pandangan ini adalah Nicolaus Copernicus. Copernicus menyatakan pandangannya dalam buku yang berjudul De Revolusionibus Orbium Celestium (tentang revolusi peredaran benda - benda langit).

4. Pandangan Galaktosentris

Pandangan ini merupakan perkembangan dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil dikembangkan oleh para ahli. Pada tahun 1920 dibangun teleskop raksasa di Amerika Serikat. Melalui teleskop ini dapat diperoleh informasi ihwal bintang dan galaksi yang semakin luas dan dalam. Perkembangan ini membawa pandangan bahwa pusat alam semesta adalah galaksi.















Satuan-satuan Jarak Dalam JAGAT RAYA
    

Apakah itu “tahun cahaya”? Apa pula yang dimaksud dengan “Satuan Astronomi (SA)” atau biasa dikenal dengan Astronomical Unit (AU)? Lantas, apakah itu Parsec (pc), Kiloparsec, dan Megaparsec? Kemudian apakah Magnitude itu?
Harus diakui, astronom punya satuannya sendiri yang unik dan agak lain dari apa yang kita pelajari dalam pelajaran fisika, misalnya. Hal ini wajar karena astronomi mempelajari berbagai benda langit di alam semesta ini, mulai dari skala atomik hingga seluruh alam semesta beserta isinya. Kadang-kadang tidak nyaman untuk menyatakan sesuatu jarak dalam satuan yang biasa digunakan sehari-hari, karena tidak cukup besar atau mungkin bahkan terlalu besar. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal berbagai satuan panjang. Kita mengenal centimeter dan meter (1 meter = 100 centimeter) untuk menyatakan panjang atau jarak. Kalau jarak yang kita gunakan terlalu jauh, kita gunakan kilometer (1 kilometer = 1000 meter) atau mil (1 mil = 1.61 km).

A. Satuan Astronomi (SA) atau Astronomical Unit (AU)
  
Satuan Astronomi adalah jarak dari Bumi ke Matahari. Namun,karena Bumi bergerak mengitari Matahari dalam lintasan elips dengan jarak yang tidak tetap maka diambil definisi yang lebih akurat yaitu 1 Satuan Astronomi (1 Astronomical Unit, biasa disingkat AU) adalah panjang setengah sumbu panjang dari lintasan Bumi mengitari Matahari.
Penentuan jarak 1 Satuan Astronomi, atau jarak Bumi-Matahari, adalah perjuangan yang panjang. Aristarchus dari Samos, pemikir abad Yunani Klasik, memperkirakan jarak Bumi-Matahari paling-paling hanya 20 kali jarak Bumi-Bulan (jarak Bumi-Bulan: 384 000 km). Perkiraannya meleset jauh karena jarak Bumi-Matahari ternyata sekitar 390 kali jarak Bumi-Bulan. Jarak yang diberikan oleh google adalah hasil perhitungan modern yang menggunakan astronomi radio dan hitung orbit. Nilai eksaknya adalah 1 AU = 149 597 870.691 km, akurat hingga 30 meter.




B. Tahun Cahaya (Light Year)
  
Satu satuan tahun cahaya ialah jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun. Yang pertama harus diingat: Tahun cahaya bukanlah satuan waktu.1 tahun cahaya = 9.46 x 10^12 km (sedikit di bawah 10 trilyun kilometer). Jadi, Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh seberkas cahaya selama 1 tahun. Menurut pengukuran modern, dalam satu detik cahaya dapat menempuh jarak 300 000 km.Artinya, dalam satu nanodetik (sepersemilyar detik), cahaya menempuh jarak 30 cm.
Mengapa kita membutuhkan satuan yang demikian besar? Jawabannya adalah karena jarak bintang terdekat dari Matahari adalah 40 trilyun kilometer. Jarak yang luar biasa besar ini tentu saja tidak nyaman untuk diungkapkan dalam kilometer, namun lebih mudah dituliskan dan nyatakan dalam tahun cahaya: 4.22 tahun cahaya. Jarak menuju beberapa bintang di sekitar Matahari kita biasanya dinyatakan dalam satuan ini: Jarak menuju Sirius adalah 8.58 tahun cahaya, jarak menuju Wolf 359 adalah 7.78 tahun cahaya.

C. Paralaks Second (Parsec = Pc)
Paralaks (detik busur)
adalah pergeseran sebuah
benda yang sangat jauh
bila dilihat oleh pengamat
 yang tempatnya bergeser
 terhadap benda, dan bukan
 karena benda tersebut
 bergeser. Parsec adalah
kependekan dari “parallax
of one arcsecond”. Ini juga
merupakan satuan panjang,
1 parsec sama dengan kurang
 lebih sama dengan 3.26
tahun cahaya. Jarak parsec
ini ada kaitannya dengan
jarak 1 satuan astronomi
yang sudah kita bicarakan
di atas. Bila kita mengukur
sudut paralaks sebuah objek
dan menemukan bahwa sudut paralaksnya adalah 1 detik busur (sudut 1 derajat = 60 menit busur, 1 menit busur = 60 detik busur. Jadi, 1 detik busur = 1/3600 derajat), maka jarak menuju objek tersebut adalah 1 parsec. Dengan sedikit perhitungan trigonometri, kita mendapatkan bahwa jarak 1 parsec = 206265 Satuan Astronomi, atau sama dengan 3.26 tahun cahaya, atau dalam kilometer: 1 parsec = 31000 trilyun kilometer.
Meskipun satuan jarak ini hanya sedikit lebih besar daripada 3 tahun cahaya, namun astronom lebih senang menggunakan satuan ini karena dapat dikaitkan langsung dengan besaran teramati yaitu sudut paralaks. Jarak ini juga sering disanding dengan awalan kilo untuk menyatakan 1 kiloparsec (kpc) = 1000 pc dan juga mega untuk menyatakan 1 Megaparsec (Mpc) = 1000 kpc = 1 000 000 pc. Dengan cara ini, kita dapat menyatakan jarak yang teramat jauh hanya dengan sedikit angka, misalnya:
Galaksi M51 jaraknya 7 Mpc dari Galaksi kita! Jarak menuju bintang terdekat tadi, Proxima Centauri, adalah 1.3 parsec.
Jarak menuju gugus bintang Pleiades adalah 135 parsec.
Jarak menuju pusat Galaksi: sekitar 8.5 kpc.
Jarak menuju Galaksi Andromeda: 780 kpc.
Jarak menuju Galaksi M51: 7 Mpc
(Perkiraan) jari-jari alam semesta kita: 24 Gigaparsec (Gpc).1 Gpc = 1000 Mpc.

D. Ångström
Ini juga satuan jarak, namun berbeda dengan satuan-satuan jarak yang telah dibahas di atas, kali ini adalah satuan jarak yang teramat kecil: 1 Ångström = 1/10 nanometer atau sama dengan satu per 10 milyar meter. Bersama dengan nanometer dan mikrometer (mikron), astronom menggunakan satuan ini untuk menyatakan panjang gelombang elektromagnetik yang mereka amati. Sinar Ultraviolet dekat, misalnya, berkisar antara 3000 hingga 4000 Angstrom, sementara sinar inframerah dapat berkisar antara 7000 hingga 30000 Angstrom.







Anggota Jagat Raya

1. Galaksi

Galaksi adalah sistem perbintangan yang maha luas dimana terdapat milyaran bintang dan benda langit lainnya yang beredar mengelilingi pusat dengan gerakan teratur.

Ciri-ciri Galaksi:
 Semua galaksi memiliki inti dari sistem galaksi
 Seluruh sistem yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi
 Galaksi memiliki cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan
 Galaksi memiliki bentuk tertentu
 Galaksi-galaksi hanya terlihat di luar jalur Galaksi Bimasakti

Edwin Hubble pada tahun 1925 mengklasifikasikan galaksi berdasarkan bentuknya, menjadi:
 Bentuk Spiral (S)
 Bentuk Elips (E)
 Bentuk tak beraturan

A. Galaksi Bentuk Spiral (S)
Ciri-ciri:
1) terlihat seperti
   pusaran api raksasa
2) mempunyai struktur
    yang teratur seperti
    Bima Sakti dan M31
    di Andromeda
3) mempunyai 3 bagian,
    yaitu:
    - pusat roda
    - selubung bulat yang
      membungkus pusat,
      terdiri dari bintang dan
      gugus bintang.



-         piringan dengan lengan spiral yang mengelilingi pusat di daerah  
         khatulistiwa
4) Jumlahnya meliputi 80% dari semua galaksi yang diketahui.
    Bentuk galaksi spiral pusatnya tidak bulat, tetapi berbentuk cerutu dan
    kedua ujungnya terjulur

B. Galaksi Bentuk Elips (E)
Ciri-ciri:                                                                        
1) terlihat seperti bola lonjong besar
    yang bersinar
2) terdiri dari bagian pusat roda dan
    selubung di sekelilingnya
3) bentuknya agak pipih, kerapatan
    bintang pada pusatnya tergantung
    gravitasi massanya
4) jumlahnya + 17 % dari semua galaksi
    yang diketahui




C. Galaksi Bentuk Tak Beraturan
Ciri-ciri:
a) terlihat sebagai gumpalan
datar atau onggokan bintang yang
semakin menebal
b) Jumlahnya kurang dari 3%
semua galaksi yang diketahui







Macam-macam Galaksi

1. Galaksi Bima Sakti (Milky Way)

















Keadaan Galaksi Bima sakti
- Corak dan strukturnya berbentuk spiral dengan massa bintang + 100
   milyar massa Matahari.
- Dilihat dari pinggir, bentuknya seperti keping (cakram) dengan porosnya
   sebagai intinya.
- Garis tengah sekitar 100.000 tahun cahaya dan tebalnya 3.000 – 15.000
   tahun cahaya di pusatnya.
- Matahari dan bintang-bintang lain merupakan “sistem lokal”, beredar
   mengelilingi intinya dengan kecepatan 450 km/detik dalam waktu 225
   juta tahun (1 tahun kosmis) untuk sekali berputar lengkap.
- Matahari kita terletak agak di bagian tepi, berada pada jarak
  30.000-35.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.
- Bima Sakti menunjukkan gerak rotasi pada intinya.







2. Galaksi Andromeda (M31 atau Messier 31)

Galaksi Andromeda berjarak
+ 2 juta tahun cahaya dari
galaksi bimasakti.
Galaksi ini berbentuk spiral
dengan keunikan, yaitu:
pusat galaksi tidak terurai
menjadi bintang-bintang
terpisah, gugus bulatnya
lebih redup empat kali
dibandingkan Bima Sakti,
inti pusat galaksi sangat
terang dan berwarna putih,
di sekitarnya terdapat gugus
bintang yang sudah tua dan berwarna merah jambu, memiliki tujuh buah lengan yang membelit ketat dan tergores dengan debu yang bercahaya biru.

3. Galaksi Roda Biru (Blue Pin Wheel) M33
 

Galaksi ini berputar bagaikan
gasing didaerah Trianggulum.
Galaksi ini berbentuk spiral kecil.
Jaraknya 2 juta tahun cahaya.
Pada galaksi ini terdapat bintang
Nova Maha Raksasa dan Cepheid.










4. Galaksi Pusaran Air (M51)

Galaksi Pusaran Air
Adalah galaksi spiral
yang terlentang dan
didampingi oleh
pengiring yakni sebuah
galaksi yang tidak
teratur. Lengannya
diterangi oleh bintang
yang besar berupa
debu dan gas. Pengiring
kecil NGL 5195 termasuk
kelas tidak beraturan.
Keduanya bersentuhan
menjauhi Bima Sakti
dengan kecepatan yang
sama dan berada pada
jarak yang sama yaitu 14 juta tahun cahaya.


5. Galaksi Magellan atau Magelhaen atau Kabut Magellan
 

Galaksi ini ditemukan pada tahun 1519
oleh Magelan. Letaknya di konstelasi
Dorado dan Tucana. Kabut yang terang
dan besar disebut Magellan Besar dan yang
 kecil disebut Magellan Kecil.
Galaksi Magellan adalah salah satu galaksi
yang terdekat dengan Bima Sakti, berjarak
 + 150.000 tahun cahaya.






2. Bintang

Bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat
reaksi inti di dalamnya. Cahaya bintang terdiri atas gas pijar yang mengeluarkan cahaya dengan warna berbeda, yaitu putih kebiru-biruan, merah, atau kekuning-kuningan. Menurut hukum fisika, bintang yang bercahaya putih kebiruan memiliki temperatur paling tinggi, semakin merah atau kuning maka temperatur semakin rendah.
Derajat kekuatan cahaya bintang ditentukan berdasarkan magnitudo
semakin kecil magnitudo suatu bintang, makin terang cahaya bintang tersebut

A. Spektrum Bintang
Spektrum bintang yaitu uraian cahaya warna- warni yang dipancarkan bintang, dimana warna-warni tersebut menunjukkan perbedaan temperatur bintang. Spektrum bintang dikelompokkan berdasarkan kemiripan susunan garis yang dinyatakan dalam simbol-simbol kelas spektrum O, B, A, F, G, K dan M. Untuk mempermudah mengingat susunan spektrum tersebut, para astronom menggunakan ungkapan “Oh, Be A Fine Girl; Kiss Me”.

Klasifikasi Spektrum Bintang
Kelas Spektrum
Temperatur
Warna
O
> 25.000 K
Biru
B
11.000-25.000 K
Biru
A
7.500-11.000 K
Biru
F
6.000-7.500 K
Biru Keputih-putihan
G
5.000-6.000 K
Putih kekuning-kuningan
K
3.500-5000 K
Jingga kemerah-merahan
M
< 3.500 K
Merah

B. Rasi Bintang
Rasi bintang adalah kelompok bintang yang seolah-olah berdekatan dan menempel di langit pada malam hari. Suatu rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Dalam ruang tiga dimensi, kebanyakan bintang yang kita amati tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada bola langitmalamManusia memiliki kemampuan yang sangat
tinggi dalam mengenali pola dan sepanjang sejarah telah mengelompokkan bintang-bintang yang tampak berdekatan menjadi rasi-rasi bintang. Susunan rasi bintang yang tidak resmi, yaitu yang dikenal luas oleh masyarakat tapi tidak diakui oleh para ahli astronomi atau Himpunan Astronomi Internasional, juga disebut asterisma. Bintang-bintang pada rasi bintang atau asterisma jarang yang mempunyai hubungan astrofisika; mereka hanya kebetulan saja tampak berdekatan di langit yang tampak dari Bumi dan biasanya terpisah sangat jauh.
Pengelompokan bintang-bintang menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan yang berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda pula, sekalipun beberapa yang sangat mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius.

Himpunan Astronomi Internasional 
telah membagi langit menjadi 88
rasi bintang resmi dengan
batas-batas yang jelas, sehingga
setiap arah hanya dimiliki oleh satu
rasi bintang saja. Pada belahan
bumi (hemisfer) utara, kebanyakan
rasi bintangnya didasarkan pada
tradisi Yunani, yang diwariskan
melalui Abad Pertengahan, dan
mengandung simbol-simbol Zodiak.
Beragam pola-pola lainnya yang
tidak resmi telah ada
bersama-sama dengan rasi bintang
dan disebut asterisma, seperti Bajak (juga dikenal di Amerika Serikat sebagai Big Dipper) dan Little Dipper.

Tata cara pemberian nama bintang
• Nama diberikan berdasarkan yang telah digunakan orang sejak zaman kuno, misalnya Sirius, Betelgeuse, Aldebrans.
• Bintang yang terdapat pada konstelasi diberi nama diberi nama awal Alpa, Beta atau Gama sesuai dengan tingkat terangnya. Misalnya alpa centauri berarti berarti bintang yang paling terang di centauri, demikian seterusnya.
• Dalam astronomi modern, nama bintang sesuai dengan nomor urut dalam
  katalog, misalnya bintang M.31 dalam katalog Messier dengan nomor urut 31.

Tidak ada komentar: